Kisah Sedih 44 hari Junko Furuta
Ada yang belum tau Junko Furuta?
Ini memang kejadian sudah lama tapi kalau lihat pasti sedih ada manusia yang TIDAK PUNYA HATI seperti itu ketemu catatan di fbku Lauren Lie Renz tahun 2010
Berhubung serem dan takut foto ini saja sebelum dia di siksa oleh 4 orang cowok.
Pada November 1988, cowok A (18 tahun), cowok B (Jo Kamisaku umur 17 tahun, Kamisaku adalah nama keluarga yang dia ambil setelah keluar dari penjara), cowok C (umur 16 tahun) ,dan cowok dD (umur 17) dari Tokyo menculik dan menyekap Furuta, siswi kelas 2 Smu dari Saitama selama 44 hari. Mereka menjadikan dia tahanan di rumah yang di miliki orang tua cowok C
Untuk menghindari pengejaran polisi, cowok A memaksa Furuta untuk menelepon orangtuanya dan menyuruhnya mengatakan kalau dia kabur dari rumah, dengan temannya, dan tidak berada dalam bahaya. Bahkan cowok A membuat furuta berpose sebagai pacar dari salah satu cowok – cowok itu ketika orang tua C, pemilik ruma sedang ada di rumah tersebut. Kalau mereka sudah yakin orang tua C tidak akan telepon polisi, mereka pun menyudahi sandiwara tersebut. Furuta mencoba kabur berkali – kali, memohon pada orang tua C untuk menyelamatkan dia, tapi mereka TIDAK melakukan apa2-apa meskipun mereka tau selama ini Furuta di siksa, karena mereka takut kalau cowok A akan menyiksa mereka. Cowok A saat itu adalah pemimpin yakuza kelas rendah dan telah mengancam siapapun yang ikut campur akan di bunuh.
Menurut kesaksian para cowok itu di persidangan,
mereka berempat memperkosa Furuta, memukulinya, memasukan macam-macam ke dalam *maaf*vaginanya termasuk tongkat besi, membuatnya minum urinnya sendiri dan makan kecoak, memasukan petasan ke dalam anusnya dan meledakanya, memaksa Furuta untuk masturbasi, memotong pentilnya dengan tang, menjatuhkan barbel ke perutnya, dan membakarnya dengan rokok dan korek api (salah satu dari pembakaran itu adalah hukuman karena dia berusaha menelepon polisi). Pada sebuah titik luka Furuta sangat parah hingga menurut salah satu cowok itu, furuta membutuhkan waktu 1 jam lebih untuk merangkak turun tangga untuk menggunakan kamar mandi. Mereka bahkan mengatakan kemungkinan kalau 100 orang tau kalau mereka menahan Furuta di rumah tersebut, tapi tidak jelas artinya apa 100 orang itu hanya tau/mereka ikut memperkosa dan menyiksa juga saat berkunjung ke rumah tersebut. Cowok-cowok itu menolak membiarkan Furuta pergi, walaupun Furuta seringkali memohon pada mereka untuh membunuhnya saja dan menyudahi penderitaan tersebut.
Pada Januari 4, 1989, dengan menggunakan alasan kekalahan salah seorang cowok itu main mahyong, ke-4 cowok itu memukuli Furuta dengan barbel besi, menuang cairan korek api ke kakinya, tangannya, perutnya, dan mukanya, dan membakarnya. Dia meninggal tak lama hari itu karena shock.
Kempat cowok itu menyatakan kalau mereka tidak menyadari betapa parah luka yang dialami furuta, dan mereka percaya kalau Furuta hanya berpura-pur mati.
Para membunuh itu menyembunyikan mayatnya di drum 55 galon dan memenuhinya dengan semen. Mereka membuang drum tersebut di kota, Tokyo.
Para cowok itu di tangkap dan di sidangkan sebagai orang dewasa, tapi karena jepang menangani kejahatan yag di lakukan oleh yang masih dibawah umur, identitas mereka disembunyikan oleh persidangan. Tapi bagaimanapun juga, 1 minggu kemudian, majalah mingguan bernama Shukan Bunshun menerbitkan nama mereka, dengan menyatakan “hak asasi tidak dibutuhkan oleh PENJAHAT BIADAB.” Mereka juga menerbitkan Nama asli Fruta dan detail tentang kehidupan pribadinya dan menerbitkanya dengan sangat napsu di media. Kamisaku dituntut sebagai pemimpin para cowok itu, (entah benar/tidaknya) menurut persidangan.
Keempat cowok itu di beri keringanan dengan din yatakanya bersalah dalam tuntutan “membuat luka fisik yang menyebabkan kematian”,
di bandingkan tuntutan pembunuhan. Orang tua cowok A menjual rumah mereka dengan harga maksimum 50 juta yen /5 miliar rupiah dan membayarnya sebagai kompensasi untuk keluarga Furuta. (5 milyar mana cukup buat penderitaannya Furuta)
Untuk partisipasinya di kejahatan ini, Kamisaku harus menjalani 8 tahun di penjara anak-anak sebelum dia di bebaskan di bulan agustus 1999.
Bulan juli 2004, Kamisaku di tangkap karena mencelakai seorang kenalan, yang dia pikir membuat pacarnya menjauhi dia, dan dengan bangga membanggakan tentang keluarganya sebelum mencelakai kenalannya itu. Kamisaku di hukum 7 tahun dengan tuntutan memukuli (memukuli saja sudah 7 tahun penjara, menyiksa Furuta sampe mati di penjara cuma 8 tahun?)
Kelakuan 4 cowok tersebut
:
Hari 1:
22 november 1988: PENCULIKAN
Dikurung sebagai tahanan di rumah, dan dipaksa berpose sebagai pacar salah satu cowok
Di perkosa(lebih dari 400 kali totalnya)
Di paksa tlp orangtuanya dan mengatakan kalau dia kabur dan situasi aman
Kelaparan dan kekurangan gizi
Di beri makan kecoak dan minum kencing
Di paksa masturbasi
Di paksa striptis didepan banyak orang
Di bakar dengan korek api
Memasukan macam-macam (dari yang kecil sampai yang besar) ke vagina dan anusnya
Hari 11:
1 desember 1988: menderita luka pukulan keras yang tak terhitung berapa kali
Muka terluka karena jatuh dari tempat tinggi ke permukaan keras
Tangan diikat ke langit-langit dan badanyna digunakan sebagai (itu loh yang isinya pasir buat tinju) sarana untuk di tinju
Hidungnya di penuhi banyak darah sehingga dia cuma bisa bernafas lewat mulut
Barbel di jatuhin ke perutnya
Muntah darah ketika minum air(lambungnya ga bisa menerima air itu)
Mencoba kabur dan di hukum dengan sundutan rokok di tangan
Cairan seperti bensin di tuang ke telapak kaki, dan betis hingga paha lalu di bakar
Botol di paksa masuk ke anusnya, sampe masuk, menyebabkan luka.
Hari 20:
10 desember 1989: tidak bisa jalan dengan baik karena luka bakar di kaki
Dipukuli dengan tongkat bamboo
Petasan di masukin ke anus, lalu di sulut
Tangan di penyet (dipukul supaya gepeng) dengan sesuatu yang berat dan kukunya pecah
Di pukulin dengan tongkat dan bola golf
Memasukan rokok ke dalam vagina (atau mungkin maksudnya di jadiin asbak, di matiin di vagina dan abunya di buang ke dalam)
Di pukulin dengan tongkat besi
Saat itu musim dingin bersalju (dingin pasti minus) di suruh tidur di balkon
Tusuk sate di masukin ke dalam vagina dan anus menyebabkan pendarahan
Hari 30:
Cairan lilin panas di teteskan ke mukanya
Lapisan mata di bakar korek api
Dadanya di tusuk-tusuk jarum
Pentil kiri di hancurkan dan di potong stang
Bola lampu panas di masukin vagina
Luka berat di vagina karena di masukkan gunting
Tidak bisa bisa pipis dengan normal
Luka parah hingga membutuhkan 1 jam untuk merangkak turun tangga untuk menggunakan kamar mandi
Gendang telinga rusak parah
Ukuran otang menciut sangat banyak
Hari 40
:
Memohon sama para penyiksa untuk membunuhnya saja dan menyelesaikannya
1 january 1989: Junko tahun baruan sendirian
Tidak bias bangun dari lantai
hari 44
:
Para cowok itu menyiksa badannya dengan barbell besi, dengan menggunakan alasan kalah main mahyong. Furuta mengalami pendarahan di hidung dan mulut. Mereka menyiyam mukanya dan matanya dengan cairan lilin yang di bakar. Lalu cairan korek api dituang ke kaki tangan muka, perut dan di bakar. Penyiksaan akhir ini berlangsung sekitar 2 jam nonstop. Junko furuta meninggal hari itu dalam rasa nyeri sakit dan sendirian.
Kisah dari tahin 1989 ini nyata, mayat Junko di temukan 1 tahun kemudian.
Ini nama-nama cowok yang memperkosa Junko Furuta
:
Boy A : Hiroshi Miyano
Boy B: Yuzuru Ogura (setelah lepas penjara mengganti nama menjadi Jo Kamisaku)
Boy C: Nobuharu Minato
Boy D: Yasushi Watanabe
Ada yang belum tau Junko Furuta?
Berhubung serem dan takut foto ini saja sebelum dia di siksa oleh 4 orang cowok.
Pada November 1988, cowok A (18 tahun), cowok B (Jo Kamisaku umur 17 tahun, Kamisaku adalah nama keluarga yang dia ambil setelah keluar dari penjara), cowok C (umur 16 tahun) ,dan cowok dD (umur 17) dari Tokyo menculik dan menyekap Furuta, siswi kelas 2 Smu dari Saitama selama 44 hari. Mereka menjadikan dia tahanan di rumah yang di miliki orang tua cowok C
Untuk menghindari pengejaran polisi, cowok A memaksa Furuta untuk menelepon orangtuanya dan menyuruhnya mengatakan kalau dia kabur dari rumah, dengan temannya, dan tidak berada dalam bahaya. Bahkan cowok A membuat furuta berpose sebagai pacar dari salah satu cowok – cowok itu ketika orang tua C, pemilik ruma sedang ada di rumah tersebut. Kalau mereka sudah yakin orang tua C tidak akan telepon polisi, mereka pun menyudahi sandiwara tersebut. Furuta mencoba kabur berkali – kali, memohon pada orang tua C untuk menyelamatkan dia, tapi mereka TIDAK melakukan apa2-apa meskipun mereka tau selama ini Furuta di siksa, karena mereka takut kalau cowok A akan menyiksa mereka. Cowok A saat itu adalah pemimpin yakuza kelas rendah dan telah mengancam siapapun yang ikut campur akan di bunuh.
Menurut kesaksian para cowok itu di persidangan,
Pada Januari 4, 1989, dengan menggunakan alasan kekalahan salah seorang cowok itu main mahyong, ke-4 cowok itu memukuli Furuta dengan barbel besi, menuang cairan korek api ke kakinya, tangannya, perutnya, dan mukanya, dan membakarnya. Dia meninggal tak lama hari itu karena shock.
Para membunuh itu menyembunyikan mayatnya di drum 55 galon dan memenuhinya dengan semen. Mereka membuang drum tersebut di kota, Tokyo.
Para cowok itu di tangkap dan di sidangkan sebagai orang dewasa, tapi karena jepang menangani kejahatan yag di lakukan oleh yang masih dibawah umur, identitas mereka disembunyikan oleh persidangan. Tapi bagaimanapun juga, 1 minggu kemudian, majalah mingguan bernama Shukan Bunshun menerbitkan nama mereka, dengan menyatakan “hak asasi tidak dibutuhkan oleh PENJAHAT BIADAB.” Mereka juga menerbitkan Nama asli Fruta dan detail tentang kehidupan pribadinya dan menerbitkanya dengan sangat napsu di media. Kamisaku dituntut sebagai pemimpin para cowok itu, (entah benar/tidaknya) menurut persidangan.
Keempat cowok itu di beri keringanan dengan din yatakanya bersalah dalam tuntutan “membuat luka fisik yang menyebabkan kematian”,
Untuk partisipasinya di kejahatan ini, Kamisaku harus menjalani 8 tahun di penjara anak-anak sebelum dia di bebaskan di bulan agustus 1999.
Hari 1:
22 november 1988: PENCULIKAN
Dikurung sebagai tahanan di rumah, dan dipaksa berpose sebagai pacar salah satu cowok
Di perkosa(lebih dari 400 kali totalnya)
Di paksa tlp orangtuanya dan mengatakan kalau dia kabur dan situasi aman
Kelaparan dan kekurangan gizi
Di beri makan kecoak dan minum kencing
Di paksa masturbasi
Di paksa striptis didepan banyak orang
Di bakar dengan korek api
Memasukan macam-macam (dari yang kecil sampai yang besar) ke vagina dan anusnya
Hari 11:
Hari 20:
10 desember 1989: tidak bisa jalan dengan baik karena luka bakar di kaki
Dipukuli dengan tongkat bamboo
Petasan di masukin ke anus, lalu di sulut
Tangan di penyet (dipukul supaya gepeng) dengan sesuatu yang berat dan kukunya pecah
Di pukulin dengan tongkat dan bola golf
Memasukan rokok ke dalam vagina (atau mungkin maksudnya di jadiin asbak, di matiin di vagina dan abunya di buang ke dalam)
Di pukulin dengan tongkat besi
Saat itu musim dingin bersalju (dingin pasti minus) di suruh tidur di balkon
Tusuk sate di masukin ke dalam vagina dan anus menyebabkan pendarahan
Hari 30:
Hari 40
Memohon sama para penyiksa untuk membunuhnya saja dan menyelesaikannya
1 january 1989: Junko tahun baruan sendirian
Tidak bias bangun dari lantai
hari 44
Para cowok itu menyiksa badannya dengan barbell besi, dengan menggunakan alasan kalah main mahyong. Furuta mengalami pendarahan di hidung dan mulut. Mereka menyiyam mukanya dan matanya dengan cairan lilin yang di bakar. Lalu cairan korek api dituang ke kaki tangan muka, perut dan di bakar. Penyiksaan akhir ini berlangsung sekitar 2 jam nonstop. Junko furuta meninggal hari itu dalam rasa nyeri sakit dan sendirian.
Kisah dari tahin 1989 ini nyata, mayat Junko di temukan 1 tahun kemudian.
Ini nama-nama cowok yang memperkosa Junko Furuta
Boy A : Hiroshi Miyano
Boy B: Yuzuru Ogura (setelah lepas penjara mengganti nama menjadi Jo Kamisaku)
Boy C: Nobuharu Minato
Boy D: Yasushi Watanabe

Tidak ada komentar:
Posting Komentar